DENGAN NAMA ALLAH


PENGHARAPAN HANYA KEPADA ALLAH

..BLOG MUHASABAH DIRI..

hati hiba
mengenangkan
dosa2 yg ku lakukan
oh Tuhan Maha Kuasa
..terima taubat hamba berdosa..
telah aku merasakan
derita jiwa dan perasaan
kerana hilang dari jalan
menuju redhaMu ya Tuhan
di hamparan ini
ku meminta
moga taubatku diterima
ku akui kelemahan ini
ku insafi kekurangan ini
ku kesali kejahilan ini
..terimalah..
...taubatku ini...

Ingatilah

' Al 'ibadatu litta'abbudi ‘
Sesungguhnya setiap ibadah itu
adalah semata-mata
pengabdian kepada Allah SWT


SESEUNGGUHNYA DEMI MASA
MANUSIA ITU
DALAM KERUGIAN
kecuali
MEREKA
YANG MEMANFAATKANNYA




...AnDA AdaLaH YaNG BeRTuAh kE...




MUHASABAH CINTA

Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

   

<< October 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




MOHAMAD SHAHRIL BIN HUSSAIN
24 MEI 1985



PENA SAHABAT

ZHAFRAN

ZAIDIN

NASRUL

ALI

FIRE

ARIZAN

SARFA

SAZALI

AIZAT FAIZ

ASLAM FATIN

SYAKIRAH

HAJAR

AFZAN

LAILA

SUE

SYUHADA

QHASSEIH

LYIANA

WAHYUNI

SYIFA'



KERAJAANku

1Malaysia

TokGuru

Che Det

Anwar Ibrahim

UKM

Mail Yahoo

Airasia

MAS

Alumni KMM

Portal Ukhwah

Blogdrive

Nasyid.com

K.R.I.S

UKP UKM



INFO



AMAL

HARAKAHdaily



HISTORY

Di Sebalik Pentagon

25 Rasul





TAUBAT
If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, October 29, 2009
...Qalbu Ibu Ayah...

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang dulu.
Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.
Ketika pakaianku tertitis sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata
tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar,
bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita
yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku,
jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecilmu
aku harus memakai segala cara untuk memujukmu mandi?
Ketika aku tak faham sedikitpun tentang teknologi dan hal-hal baru,
jangan mengejekku.
fikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan,
hulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita,
berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting,
asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku,
seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan,
sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran,
aku akan memberikan senyuman redhaku

Posted at 03:06 pm by shahril

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry