DENGAN NAMA ALLAH


PENGHARAPAN HANYA KEPADA ALLAH

..BLOG MUHASABAH DIRI..

hati hiba
mengenangkan
dosa2 yg ku lakukan
oh Tuhan Maha Kuasa
..terima taubat hamba berdosa..
telah aku merasakan
derita jiwa dan perasaan
kerana hilang dari jalan
menuju redhaMu ya Tuhan
di hamparan ini
ku meminta
moga taubatku diterima
ku akui kelemahan ini
ku insafi kekurangan ini
ku kesali kejahilan ini
..terimalah..
...taubatku ini...

Ingatilah

' Al 'ibadatu litta'abbudi ‘
Sesungguhnya setiap ibadah itu
adalah semata-mata
pengabdian kepada Allah SWT


SESEUNGGUHNYA DEMI MASA
MANUSIA ITU
DALAM KERUGIAN
kecuali
MEREKA
YANG MEMANFAATKANNYA




...AnDA AdaLaH YaNG BeRTuAh kE...




MUHASABAH CINTA

Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

   

<< February 2011 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




MOHAMAD SHAHRIL BIN HUSSAIN
24 MEI 1985



PENA SAHABAT

ZHAFRAN

ZAIDIN

NASRUL

ALI

FIRE

ARIZAN

SARFA

SAZALI

AIZAT FAIZ

ASLAM FATIN

SYAKIRAH

HAJAR

AFZAN

LAILA

SUE

SYUHADA

QHASSEIH

LYIANA

WAHYUNI

SYIFA'



KERAJAANku

1Malaysia

TokGuru

Che Det

Anwar Ibrahim

UKM

Mail Yahoo

Airasia

MAS

Alumni KMM

Portal Ukhwah

Blogdrive

Nasyid.com

K.R.I.S

UKP UKM



INFO



AMAL

HARAKAHdaily



HISTORY

Di Sebalik Pentagon

25 Rasul





MUHASABAH CINTA
If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, February 14, 2011
Muhammad Terpesona

Dinihari di Madinah al Munawwarah
Ku saksikan para sahabat berkumpul di masjidmu
Angin sahara membekukan kulitku – gigiku gemertak
Kakiku bergoncang – hatiku tak keruan
Tiba-tiba pintu hujrahmu terbuka
Engkau datang, Ya Rasul ALLAH
Ku pandang dikau – ku dengar salam bersahut-sahutan
Kau tersenyum, ya Rasulullah – wajahmu bersinar
Angin sahara berubah menjadi hangat
Cahayamu menyelusup seluruh sendi dan darahku

“Assalamualaikum ayyuhan Nabi Warahmatullah
Assalamualaikum ayyuhan Habibullah”

Dinihari Madinah berubah menjadi siang yang cerah
Ku dengar engkau berkata:
Adakah air pada kalian?
Ku lihat pantas gharibahku
Para sahabat sihat memperlihatkan kantong kosong
Tidak ada setitis pun air, ya Rasulullah
Ku sesali diriku
Mengapa tak kucari air sebelum tiba di masjidmu
Alangkah bahagianya, jika ku basahi wajah dan tanganmu
Dengan percikan air dari gharibahku
Ku dengar suaramu lirih
Bawakan wadah yang basah
Inginku meloncat mempersembahkan gharibahku
Tapi… ratusan sahabat berdesakan mendekatimu
Kau ambil gharibah kosong - Kau celupkan jari-jarimu
Subhanallah!!! Kulihat air mengalir dari sela-sela jemarimu
Kami merapati, berebut berwudhu dari pancuran sucimu
Kulihat Ibnu Mas’ud mereguk sepuas-puasnya
Betapa sejuk air itu ya Rasulullah
Betapa harum air itu ya Nabiyullah
Betapa lazat air itu ya Habibullah….

Alangkah bahagianya solat di belakangmu
Ayat-ayat suci mengalir dari suara baidurimu
Melimpah syahdu mendamaikan sanubari
Adakalanya menyusup sendu ke jiwa, oh terasanya…..
Sesudah solat, kau pandangi kami dengan redupan kasih
Masih dengan senyuman sejuk menawan kalbu
Cahaya di wajahmu ya Rasulullah, tak mungkin ku lupakan
Ingin kubenamkan setitis diriku dalam samudera dirimu
mahu kujatuhkan sebutir debuku dalam saharamu yang tak terjangkau

Ya Rasulullah… ya Habibullah…
Ku dengar kau berkata lirih penuh persoalan:-
Siapakah makhluk yang imannya paling mempesona?
Malaikat, Ya Rasul ALLAH!
Bagaimana Malaikat tidak beriman,
Bukankah mereka berada di samping ALLAH?!
Para nabi, ya Nabiyullah!
Bagaimana pula para nabi tidak akan beriman,
Bukankah kepada mereka ternuzulnya wahyu Tuhan?!
Kami , para sahabatmu…?
Bagaimanalah kalian tidak mungkin beriman,
Bukankah aku di tengah-tengah kalian?!
Telah kalian saksikan kehadiranku bersama pedoman nan nyata
Kalau begitu, siapakah mereka wahai kekasih ALLAH???

Langit Madinah bening – bumi Madinah hening – kami termanggu
Siapakah gerangan yang imannya sungguh mempesona?
Ku tahan nafasku, ku hentikan detak jantungku, ku dengar sabdamu:-
Yang paling menakjubkan imannya
Mereka yang datang sesudahku
Beriman kepadaku
Padahal tidak pernah melihat dan bertemu denganku
Yang paling mempesona imannya
Mereka yang tiba setelah aku tiada – itulah ikhwanku!
Yang membenarkanku – mempercayaiku tanpa pernah berjumpa
Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasulullah?
Kalian sahabat-sahabatku…
Saudaraku adalah mereka yang tidak pernah sekali berhadapan denganku
Mereka beriman pada yang ghaib, mendirikan solat
Menginfaqkan sebahagian rezeki yang dikurniakan Tuhan!


Kami terpaku…
Langit Madinah bening – bumi Madinah hening
Ku dengar lagi engkau berkata:
Alangkah bahagianya aku mampu menemui mereka…
Suaramu parau, butir-butir air matamu bergenang
Engkau menangis, ya Rasulullah
Engkau rindukan ummatmu, ya Nabiyullah
UMMATI…UMMATI…UMMATI

Ya ALLAH…
Airmata ini tak mampu untuk ku tampung lagi
Di sini terhenti kata sabda Kekasih-Mu
Berdosanya aku pada insan pilihan-Mu bernama MUHAMMAD itu
Akulah ummatnya yang tidak tahu mengenang budi
Membalasi jasanya; apatah lagi berkorban demi Dia
Dia - mendambakan pertemuan dengan kami ,ummatnya!
Tapi kami….. oh! Malunya padamu ya Sofiyullah…..

Aspirasi Daripada Hadis Mutafaqun’alaih;
Olahan Semula: Saruman Namus & Abban Malena

Posted at 01:23 pm by shahril

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry